Sumur Jalatunda, Dieng

Jangan pernah mengaku pernah berlibur ke kawasan Dataran Tinggi Dieng jika tidak mengunjungi Sumur Jalatunda. Bagi anda yang ingin berwisata sejarah dan mendengar mitos-mitos setempat yang melegenda di sekitar Dieng Plateu, Sumur Jalatunda bisa menjadi tempat yang tepat. Sumur Jalatunda adalah sumur tua yang sudah berumur ratusan bahkan ribuan juta tahun. Konon katanya menurut sejarah, sumur ini mempunyai cerita dan mitos yang melegenda. Kaitan sumur tua dengan cerita mistis di kawasan Dataran Tinggi Dieng masih banyak dipercayai oleh warga setempat.

Mengenai akses ke Sumur Jalatunda, karena letaknya berada di dataran tinggi, para wisatawan terlebih dahulu harus menaiki ratusan anak tangga kurang lebih berjumlah 260 buah. Lokasi Sumur Jalatunda sendiri cukup terpencil dan agak tersembunyi, jika ketika perjalanan anda bingung, anda bisa bertanya pada warga setempat atau mengikuti agen wisata dalam paket wisata Dieng sehingga akses menuju Sumur Jalatunda bisa lebih mudah.

Cerita Sumur Jalatunda Dieng

Secara ilmiah, Sumur Jalatunda ini terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang menyebabkan munculnya sebuah lubang dengan diameter 90 m dan kedalaman sekitar 750 m. Secara ilmiah dan geologis, sumur ini merupakan kepundan gunung api. Sumur ini tergolong sumur raksasa dengan diameter dan kedalaman yang besar. ‘Jalatunda’ sendiri berasal dari dua kata yaitu Jala dan Tunda yang artinya nasihat, maknanya adalah jangan sampai seseorang menunda suatu impian dengan kemalasan atau mencari kesempatan di waktu lain, karena kesempatan hanya datang satu kali seumur hidup, tidak akan terulang lagi.

Menurut mitos yang berkembang di sekitar Dieng Plateau, sumur ini disebut juga Sapta Pratala yang merupakan tempat bersemayam Eyang Antaboga, Nagini, dan Antareja. Oleh karena itu, tak heran hingga saat ini masyarakat setempat masih menggunakan lokasi Sumur Jalatunda ini untuk ritual yang disebut pemujaan khususnya penganut kepercayaan aliran jawa setempat. Oleh karena itu, bagi wisatawan yang akan berlibur ke tempat ini, sebaiknya anda lebih menjaga perkataan, tidak membuang sampah sembarangan, dan berperilaku sopan.

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *